Analisis Kemampugaruan dan Kemampugalian Batuan Peridotit Kabupaten Morowali Utara, Provinsi Sulawesi Tengah

Penulis

  • Amritzal Nur Firdaus Teknik Geologi Universitas Halu Oleo, Kendari, Indonesia
  • Isman Saleh Teknik Geologi Universitas Halu Oleo, Kendari, Indonesia
  • Iswandi Utama Independent Geologist, Makassar, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.56099/ophi.v7i1.p43-48

Kata Kunci:

kemampugalian, kemampugaruan, spasi kekar, metode penambangan, peridotit

Abstrak

Pada tambang nikel laterit batuan peridotit tidak hanya sebagai sumber utama nikel laterit, tetapi juga memegang peran penting dalam hal desain lereng dan pembangunan infrastruktur di wilayah pertambangan, seperti pembukaan akses jalan tambang. Selain itu, batuan peridotit yang tidak bernilai ekonomis dapat dimanfaatkan sebagai material timbunan atau bahan baku konstruksi jika memenuhi kriteria teknis tertentu. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kemampugalian dan kemampugaruan dari batuan peridotit pada daerah penelitian untuk menentukan metode penggalian yang paling efektif. Analisis dilakukan dengan menggunakan data spasi kekar dan kekuatan batuan yang diperoleh melalui pengukuran bidang discontinuitas massa batuan dengan menggunakan survey garis pindai dan uji kuat tekan uniaksial (UCS) serta uji beban titik (point load index). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa batuan di wilayah penelitian dapat diklasifikasikan ke dalam tiga kategori utama berdasarkan spasi kekar dan kekuatan batuan yaitu: easy ripping, hard ripping, dan very hard ripping. Berdasarkan hasil analisis, penggunaan alat berat yang direkomendasikan adalah jenis bulldozer dengan kode D7G dan D8K yang sesuai dengan kategori kemampugalian batuan yang ditemukan di lokasi penelitian. Batuan dengan nilai kekuatan tinggi menunjukkan kemampugaruan yang tinggi, yang dapat menyebabkan keausan alat berat lebih cepat. Oleh karena itu, diperlukan pemilihan alat berat yang tahan aus serta perencanaan perawatan yang lebih intensif untuk meningkatkan efisiensi pada daerah penelitian.

Referensi

Bermana, I. 2006. Klasifikasi geomorfologi untuk pemetaan geologi yang telah dibakukan, Bulletin of Scientific Contribution, 4(2), pp. 161-173.

Badan Informasi Geospasial. 2014. Digital Elevation Model Nasional. https://tanahair.indonesia.go.id/portal-web/

Bieniawski, Z. T. & Bernede, M. J. 1979. Suggested methods for determining the uniaxial compressive strength and deformability of rock materials. International Journal of Rock Mechanics and Mining Sciences & Geomechanics Abstracts, 16(2), pp. 138-140. https://doi.org/10.1016/0148-9062(79)91451-7

Caterpillar. 2019. Caterpillar Performance Handbook. 49th ed. USA: Caterpillar Ltd.

Cobîrzan, N., Muntean, R., Thalmaier, G., & Felseghi, R.A. 2022. Recycling of Mining Waste in the Production of Masonry Units. Materials, 15(2), pp. 594. https://doi.org/10.3390/ma15020594

Dagdelenler, G. 2021. Comparison of the efficiency evaluations of selected excavatability classifications for rock masses. Arabian Journal of Geosciences, 14(13), pp. 1281. https://doi.org/10.1007/s12517-021-07553-x

Fookes, P.G., Dearman, W.R. & Franklin, J.A. 1971. Some engineering aspects of rock weathering with field examples from Dartmoor and elsewhere. Quarterly Journal of Engineering Geology and Hydrogeology, 4(3), pp. 139-185. https://doi.org/10.1144/GSL.QJEG.1971.004.03.01

Firdaus, A.N., Indrawan, G.B. & Wamnada, V.W. 2021. Characteristic of rock masses and the influence of weathering on engineering properties of andesite breccia. AIP Conference Proceedings, 2383(1), pp. 040021. https://doi.org/10.1063/5.0061094

Gurocak, Z. & Yalcin, E. 2016. Excavatability and the effect of weathering degree on the excavatability of rock masses: An example from Eastern Turkey. Journal of African Earth Sciences, 118, pp. 1-11. https://doi.org/10.1016/j.jafrearsci.2016.02.017

Irfan, T.Y. & Dearman, W.R. 1978. Engineering classification and index properties of a weathered granite, Bulletin of the International Association of Engineering Geology, 17, pp. 79-90. https://doi.org/10.1007/BF02634696

Kesimal, A., Karaman, K., Cihangir, F., & Ercikdi, B. 2018. Excavatability Assessment of Rock Masses for Geotechnical Studies. In N. Ceryan (Ed.), Handbook of Research on Trends and Digital Advances in Engineering Geology. pp. 231-256. IGI Global Scientific Publishing. https://doi.org/10.4018/978-1-5225-2709-1.ch006

Priest, S. D. & Hudson, J. A. 1976. Discontinuity spacings in rock. International Journal of Rock Mechanics and Mining Sciences & Geomechanics Abstracts, 13(5), pp. 135-148. https://doi.org/10.1016/0148-9062(76)90818-4

Pettifer, G. S. & Fookes, P. G. 1994. A revision of the graphical method for assessing the excavatability of rock. Quarterly Journal of Engineering Geology, 27(2), pp. 145-164. https://doi.org/10.1144/gsl.Qjegh.1994.027.P2.05

Su, P.C., Wang, W.S., Huo, J.H. & Li, Z. 2010. Optimal layout design of cutters on tunnel boring machine, Journal of Northeastern University, 31(6), pp. 877–881.

Surono & Hartono, U. 2013. Geologi Sulawesi (1 ed.). Jakarta, LIPI Press.

Thornbury, W. D. 1989. Principle of Geomorphology. London, Prentice Hall India Privated Limited.

Wen, S. & Huang, P. 2017. Principles of Tribology. 2nd ed. Beijing. Tsinghua University Press. https://doi.org/10.1002/9781119214908

Wijk, G. 1992. A model of tunnel boring machine performance, Geotechnical and Geological Engineering, 10, pp. 19-40. https://doi.org/10.1007/BF00881969

Wang, R., Wang, Y., Li, J., Jing, L., Zhao, G. & Nie, L. 2020. A TBM cutter life prediction method based on rock mass classification, KSCE Journal of Civil Engineering, 24(9), pp. 2794-2807. https://doi.org/10.1007/s12205-020-1511-2

Unduhan

Diterbitkan

2025-07-30

Cara Mengutip

Firdaus, A. N., Saleh, I., & Utama, I. (2025). Analisis Kemampugaruan dan Kemampugalian Batuan Peridotit Kabupaten Morowali Utara, Provinsi Sulawesi Tengah. OPHIOLITE: Jurnal Geologi Terapan, 7(1), 43–48. https://doi.org/10.56099/ophi.v7i1.p43-48

Terbitan

Bagian

Articles