Klasifikasi Batuan Perangkap Aspal Batu Buton (Asbuton) Berdasarkan Analisis Geokimia di Desa Winning, Kecamatan Pasarwajo, Kabupaten Buton, Provinsi Sulawesi Tenggara
DOI:
https://doi.org/10.56099/ophi.v6i2.p100-106Kata Kunci:
klasifikasi, batuan perangkap, asbutonAbstrak
Penelitian ini berlokasi di wilayah IUP PT. Wijaya Karya Bitumen, Tambang C Blok Kabungka, Desa Winning, Kecamatan Pasarwajo, Kabupaten Buton, Provinsi Sulawesi Tenggara. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui klasifikasi batuan perangkap asbuton berdasarkan komposisi kimia dengan analisis XRF (X–ray fluorescence) dan XRD (X-Ray Difraction). Hasil analisis XRF menunjukkan bahwa batuan perangkap asbuton di daerah penelitian didominasi oleh senyawa CaO, MgO, dan SiO2. Kandungan CaO bervariasi antara 24,56% hingga 44,46%. Kandungan SiO2 pada sampel bervariasi, berkisar dari 7,81% hingga 12,54%. Tiga sampel yaitu TR1C-001, TR1C-002, TR1C-003 masing-masing mengandung MgO 0,57%, 0,85%, dan 0,96%, sementara dua sampel lainnya, yaitu TR2C-001, TR2C-002 masing-masing mengandung MgO 14,40% dan 17,51%. Hasil analisis XRD menunjukkan tiga mineral dominan, yaitu kalsit (CaCO3), kuarsa (SiO2), dan dolomit (CaMg(CO3)2). Berdasarkan hasil analisis geokimia (XRF dan XRD) menunjukkan bahwa batuan perangkap asbuton di daerah penelitian terdiri dari 2 (dua) jenis batuan karbonat yaitu argillaceous limestone dengan kandungan CaCO3 sebesar 76,6% hingga 79,7% dan slightly calcitic dolomite.
Referensi
Atmoko, D. D., Titisari, A. D., dan Idrus, A. 2016. Mineralogi dan geokimia Batugamping Merah Ponjong, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta – Indonesia. RISET Geologi dan Pertambangan, 26(1), pp. 55-69. https://doi.org/10.14203/risetgeotam2016.v26.269
Cai, K., Wang, G., Li, W., dan Long, W. 2024. Numerical simulation of concrete strength based on microstructure and mineral composition analysis using micro-CT and XRD technology. Construction and Building Materials, 432, pp. 136505. https://doi.org/10.1016/j.conbuildmat.2024.136505
Chilingar, G.V. 1960. Notes on classification of carbonate rocks on basis of chemical composition. Journal of Sedimentary Research, 30(1), pp. 157-158. https://doi.org/10.1306/74d709f2-2b21-11d7-8648000102c1865d
Davidson, J. W. 1991. The geology and prospectivity of Buton Island, S.E. Sulawesi, Indonesia. Proceedings, Indonesian Petroleum Association 20th Annual Convention & Exhibition, Oktober, Jakarta. Indonesian Petroleum Association (IPA). pp. 209-233. https://doi.org/10.29118/IPA.2026.209.233
Hadiwisastra, S. 2009. Kondisi Aspal Alam dalam Cekungan Buton. RISET Geologi Dan Pertambangan, 19(1), pp. 49-57. https://doi.org/10.14203/risetgeotam2009.v19.22
Jamshidi, A. dan Sedaghatnia, M. 2023. The Slake Durability of Argillaceous and Non-argillaceous Rocks: Insights From Effects of the Wetting–Drying and Rock Lumps Abrasion. Rock Mechanics and Rock Engineering, 56, pp. 5115–5131. https://doi.org/10.1007/s00603-023-03318-y
Meyer, R.F., Attanasi, E.D. dan Freeman, P.A. 2007. Heavy oil and natural bitumen resources in geological basins. Virginia: U.S. Geological Survey.
Pettijohn, F. J. 1957. Sedimentary Rocks. New York: Harper.
Priadana, S. dan Sunarsi, D. 2021. Metode Penelitian Kuantitatif. Tangerang Selatan: Pascal Books.
Santisteban, J. I., Mediavilla, E., Lopez-Pamo, E., dkk. 2004. Loss on Ignition: A Qualitative or Quantitative Method for Organic Matter and Carbonate Mineral Content in Sediments? Journal of Paleolimnology, 32, pp. 287-299. https://doi.org/10.1023/B:JOPL.0000042999.30131.5b
Sikumbang, N., Sanyoto, P., Supandjono, R. J. B. dan Gafoer, S. 1995. Peta Geologi Lembar Buton, Sulawesi Tenggara, Skala 1:250.000. Bandung: Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi.
Siswosoebrotho, B.I., Tumewu, W. dan Kusnianti, N. 2005. Laboratory evaluation of Lawele Buton Naturan Asphalt in asphalt concrete mixture. Proceedings of the Eastern Asia Society for Transportation Studies, 5, pp. 857-867.
Sugiyono, 2019. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D. Bandung: Alfabeta.
Sukirman, S. 2003. Beton Aspal Campuran Panas (1st ed). Jakarta: Granit.
Yildirim, M. dan Akarsu, H. 2010. Preparation of magnesium oxide (MgO) from dolomite by leach-precipitation-pyrohydrolysis process. Physicochemical Problems of Mineral Processing, 44, pp. 257-272.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2024 Isman Saleh, Amritzal Nur Firdaus

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







