Rekonstruksi Sejarah Geologi Berdasarkan Analisis Stratigrafi Daerah Pulau Beringin dan Sekitarnya, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan
DOI:
https://doi.org/10.56099/ophi.v7i2.p93-103Kata Kunci:
cekungan sumatera selatan, pulau beringin, rekonstruksi, sejarah geologi, stratigrafiAbstrak
Penelitian dilakukan di Desa Pulau Beringin, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, untuk memahami kronologi pengendapan dengan merekonstruksi kondisi geologi melalui aspek stratigrafi. Metode yang digunakan adalah analisis stratigrafi yang mencakup observasi lapangan dan analisis laboratorium. Stratigrafi daerah penelitian dari tua ke muda yaitu disusun oleh Formasi Saling (KJs) pada Jura Akhir - Kapur Awal, terbentuk akibat kolisi antara Woyla Arc dan West Sumatera Block yang membentuk batuan andesit pada lingkungan darat. Kemudian dilanjutkan oleh Formasi Kikim (Tpok) berumur Paleosen - Oligosen dengan litologi breksi fragmen andesit pada lingkungan fluvial braided stream. Fase transgresi mengendapkan Formasi Gumai (Tmg) pada Miosen Awal - Miosen Tengah dengan litologi batupasir dan batuserpih karbonatan dengan lingkungan delta front. Selain itu, pada Formasi Gumai telah dilakukan analisis mikrofosil dan menunjukkan bahwa umur relatif Formasi Gumai berada pada Miosen Tengah. Pada fase regresi terendapkan Formasi Air Benakat (Tma) pada Miosen Tengah - Miosen Akhir dengan lingkungan lower delta plain dan litologi batupasir dan batulempung. Formasi Muara Enim (Tmpm) berumur Miosen Akhir – Pliosen terendapkan pada lingkungan upper delta plain dengan litologi batupasir tuffan dan batulempung. Terakhir, terendapkan Formasi Kasai (Qtk) yang berumur Pliosen - Plistosen dengan litologi batupasir konglomerat dan batulempung pada lingkungan fluvial. Pengendapan formasi pada mulanya disebabkan oleh aktivitas tektonik, dilanjutkan dengan hadirnya siklus transgresi serta siklus regresi.
Referensi
Advokaat, E.L., Bongers, M.L.M., Rudyawan, A., BouDagher-Fadel, M.K., Langereis, C.G., & van Hinsbergen, D.J.J., 2018. Early Cretaceous origin of the Woyla Arc (Sumatra, Indonesia) on the Australian plate. Earth and Planetary Science Letters, 498, pp. 348–361. https://doi.org/10.1016/j.epsl.2018.07.001
Afifah, P.D., Setiawan, B., 2019. Middle Miocene Black Shale of Airbenakat Formation in Berau Areas, Jambi: are they potential source rock. Journal of Geoscience, Engineering, Environment, and Technology, 4(2), pp. 128–134. https://doi.org/10.25299/jgeet.2019.4.2.1774
Allysa, R., Mardiana, U., Mohamad, F., Firmansyah, Y., Kurniawan, M., 2019. Distribusi lateral fasies pengendapan pada blok Rimau. Formasi Telisa di Cekungan Sumatera Selatan. Padjadjaran Geoscience Journal, 3, pp. 413–427. https://doi.org/10.24198/pgj.v3i6
Barber, A. J., Crow, M. J. & Milsom, J. S. 2005. Sumatra: Geology, Resources and Tectonic Evolution. Geological Society, London, Memoirs. https://doi.org/10.1144/gsl.Mem.2005.031
Barker, R. W. 1960. Taxonomic notes on the species. Oklahoma, Society of Economic Paleontologists and Mineralogists.
Blow, W. H. 1969. Late Middle Eocene to Recent Planktonic Foraminiferal Biostratigraphy. In: Bronnimann, P. & Renz, H. H., eds. Proceedings of the 1st International Conference on Planktonic Microfossils, Geneva. pp. 199-422.
Choudhuri, A., Uddandam, P.R., Nag, D., 2024. Evolution of a confined gravelly river to a braided-meandering river in the Late Cretaceous Khasi group, southern Shillong plateau, NE India. Journal of Palaeogeography, 13, pp. 754–774. https://doi.org/10.1016/j.jop.2024.08.003
Fossen, H. 2010. Structural Geology ( ed.). New York, Cambridge University Press.
Gafoer, S., Amin, T.C., & Pardede, R., 1992. Peta Geologi Lembar Bengkulu. Sumatera. Bandung, Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi.
Heldreich, G., Redfern, J., Legler, B., Gerdes, K., & Williams, B.P.J., 2017. Challenges in characterizing subsurface paralic reservoir geometries: a detailed case study of the Mungaroo Formation, Northwest Shelf, Australia. Geological Society, London, Special Publications, 444, 59–108. https://doi.org/10.1144/SP444.13
Hermiyanto, H., Nurdiana, I., Ramli, T., 2023. Karakteristik geokimia organik dan indeks kegetasan Serpih berumur Eosen-Oligosen di Sub Cekungan Jambi, Cekungan Sumatera Selatan. Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral, 24(1), pp. 11–22. https://doi.org/10.33332/jgsm.geologi.v24i1.725
Jamaluddin, J., Maria, M., 2019. Identifikasi Zona Shale prospektif berdasarkan data Well-Log di Cekungan Sumatra Selatan. Jurnal Geocelebes, 3(1), pp. 19–27. https://doi.org/10.20956/geocelebes.v3i1.6108
Luqman, F., Haryanto, I., Firmansyah, Y., Gani, R.M.G., Indriyanto, Y., 2019. Tektonostratigrafi berdasarkan analisis seismik 2D pada Sub Cekungan Jambi, Cekungan Sumatera Selatan. Padjadjaran Geoscience Journal, 3, pp. 18–28. https://doi.org/10.24198/pgj.v3i1.20838
Monita, A. P, Aryanto, N.C.D., & Ashari, Y., 2021. Kajian lingkungan pengendapan batubara berdasarkan analisis petrografi organik pada Formasi Muara Enim, Cekungan Sumatera Selatan. Jurnal Teknologi Mineral dan Batubara, 17(3), pp. 123–133. https://doi.org/10.30556/jtmb.vol17.no3.2021.1160
Pang, J., Colombera, L., Mountney, N.P., Guo, J., Yang, K., Li, W., 2024. Mapping palaeoshorelines of river-dominated deltas in lacustrine ramp settings: Application of sedimentological analyses to the Triassic Yanchang Formation (Ordos Basin, China). Marine and Petroleum Geology, 164, pp. 106797. https://doi.org/10.1016/j.marpetgeo.2024.106797
Panggabean, H., Santy, L.D., 2012. Sejarah penimbunan cekungan Sumatera Selatan dan implikasinya terhadap waktu generasi hidrokarbon. Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral, 22(4), pp. 225–235. https://doi.org/10.33332/jgsm.geologi.v22i4.122
Pranata, R., Rochmana, Y.Z., 2024. Rekonstruksi sejarah geologi dengan analisis stratigrafi Daerah Tanjung Agung, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. Jurnal Penelitian Sains, 26(3), pp. 409–419. https://doi.org/10.56064/jps.v26i3.1022
Ramadhana, I., Mardiana, U., Muljana, B., Irvan, H.M., 2022. Fasies pengendapan Batubara Formasi Muara Enim di Tambang Air Laya, Cekungan Sumatra Selatan. Padjadjaran Geoscience Journal, 6, pp. 994–1006. https://doi.org/10.24198/pgj.v6i4
Raras, B. G., Husein, S., Novian, M. I., & Hidayat, R., 2017. Analisis Fasies Fluvial Pada Formasi Kikim Anggota Cawang di Jalur Sungai Menghalus, Sumatra Selatan, Proceeding, Seminar Nasional Kebumian Ke-10. pp. 765–778.
Rickard, M. J. 1972. Fault classification: Discussion. Geological Society of America Bulletin, 83(8), pp. 2545-2546. https://doi.org/10.1130/0016-7606(1972)83[2545:FCD]2.0.CO;2
Roisenberg, H.B., Bállico, M.B., Guadagnin, F., Manna, M.O., de Souza, E.G., 2022. Digital Outcrop Models applied to high-resolution stratigraphy in braided fluvial systems: A study case at Jaicós formation in Parnaíba Basin, NE Brazil. Journal of South American Earth Sciences. 119, pp. 104006. https://doi.org/10.1016/j.jsames.2022.104006
Suryanegara, Y., Isnaniawardhani, V., Sunardi, E., 2019. Karakteristik dan lingkungan pengendapan Batubara Eosen Formasi Batu Ayau Cekungan Kutei Atas bagian barat di daerah Murung Raya dan Sekitarnya, Kalimantan Tengah. Bulletin of Scientific Contribution GEOLOGY, 17, pp. 37–60. https://doi.org/10.24198/bsc.v17i1
Zallum, I., 2025. The importance of sedimentary structures in fine-grained deposits in re-interpreting the Facies mosaic of Lower Triassic tide-influenced deltas. Sedimentary Geology, 480, pp. 106850. https://doi.org/10.1016/j.sedgeo.2025.106850
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Muhammad Aghil Ikhwanulsyah, Yogie Zulkurnia Rochmana

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







