Pengembangan Berkelanjutan Kawasan Karst sebagai Kawasan Hutan Konservasi: Pendekatan Potensi Geologi di Daerah Ratatotok, Sulawesi Utara

Penulis

  • Harman Rachmadhan Program Studi Teknik Geologi, Universitas Prisma
  • Febryanto Masulili Program Studi Teknik Geologi, Universitas Prisma
  • Alvaro Najoan Program Studi Teknik Geologi, Universitas Prisma
  • Regina Janis Program Studi Teknik Geologi, Universitas Prisma
  • Gresyella Pesik Program Studi Teknik Geologi, Universitas Prisma

DOI:

https://doi.org/10.56099/ophi.v6i2.p53-63

Kata Kunci:

geohazard, geologi, geospasial, karst, ratatotok

Abstrak

Pengembangan wilayah karst di Ratatotok, Sulawesi Utara, memerlukan pendekatan geologi terintegrasi untuk pengelolaan hutan konservasi yang efektif. Penelitian ini memanfaatkan analisis geospasial dan pemetaan geologi untuk memahami dinamika geologis dan potensi geohazard di kawasan tersebut. Enam satuan batuan utama diidentifikasi, yaitu Lava Andesit-Basalt, Batugamping Lempungan, Batugamping Kristalin, Breksi Basaan, Batupasir, dan Endapan Aluvium. Struktur geologi yang kompleks, termasuk kekar dan sesar dengan orientasi utama Tenggara-Barat Laut, mencerminkan pengaruh tektonik regional akibat subduksi antara Lempeng Pasifik dan Lempeng Indo-Australia tepatnya Molluca Sea Plate. Peta pola pengaliran mengungkapkan dua arah aliran utama yang dipengaruhi oleh struktur dengan erosi yang intens. Peta geomorfologi menggambarkan empat bentuk lahan utama: Lereng Karst Denudasional, Perbukitan Denudasional, Karst Aluvium Plains dan Lembah Karst yang mencerminkan aktivitas Karst pada lanskap. Peta risiko geohazard menunjukkan potensi geohazard seperti tanah longsor, keruntuhan batu, dan subsidence ditandai berdasarkan overlay litologi, kelerengan, dan struktur geologi yang ditunjukkan.  Konservasi hutan dan ekowisata di kawasan ini menawarkan peluang, dengan goa karst sebagai daya tarik utama. Pengelolaan ekowisata harus mematuhi prinsip keberlanjutan untuk mencegah kerusakan lingkungan. Strategi pengelolaan meliputi penetapan zona wisata dan konservasi, serta partisipasi masyarakat lokal dalam pengelolaan berkelanjutan. Kemitraan dengan pemangku kepentingan dan monitoring rutin sangat penting untuk mencapai keberhasilan dalam konservasi dan pengembangan kawasan karst Ratatotok.

Referensi

Azzaman, M. A., Idrus, A. & Titisari, A. D. 2021. Geology, hydrothermal alteration and mineralization of the Carlin-type gold deposit at South Ratatotok, Southeast Minahasa Regency, North Sulawesi Province, Indonesia. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 789(1), pp. 012076. https://doi.org/10.1088/1755-1315/789/1/012076

Djaya, J. H. M., & Rachmadhan, H. D. 2024. Geologi dan Studi Fasies Gunungapi Awu, Daerah Bungalawang dan sekitarnya, Kecamatan Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Journal Geological Processes, Risks, and Integrated Spatial Modeling, 2(1), pp. 27-33.

Effendi, A. C., & Bawono, S. S. 1997. Peta geologi lembar Manado, Sulawesi Utara. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi, Bandung.

Ford, D., & Williams, P. (2007). Karst Hydrogeology and Geomorphology. John Wiley & Sons.

Gussyak, S., Muslim, D. & Yuningsih, E. T. 2022. Kontrol Struktur Geologi Terhadap Pola Lorong Gua Karst Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya Provinsi Jawa Barat. Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi, 13(1), pp. 46-58. https://doi.org/10.34126/jlbg.v13i1.399

Gunawan, T., & Suharsono. (2018). Karst Landscape and Its Management Challenges: A Case Study in Gunung Sewu Karst Area, Indonesia. Indonesian Journal of Geography.

Haryanto, A., & Nurlatifah, E. (2020). Community-Based Conservation of Karst Ecosystems: Lessons from Kebumen, Indonesia. Biodiversity Journal.

Haryono, E., Sasongko, M. H. D., Barianto, D. H., Setiawan, J. B., Hakim, A. A. & Zaenuri, A. 2018. The geomorphology and hydrogeology of the karstic Islands Maratua, East Kalimantan, Indonesia: the potential and constraints for tourist destination development. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 148, pp. 012014. https://doi.org/10.1088/1755-1315/148/1/012014

Haryono, E., & Adji, T. N. (2004). Geomorfologi dan hidrologi karst. UGM Press.

Iqbal, M. A. (1995). Iqbal, M. A. 2018. Engineering experience with limestone. In: Beck, B. F. (ed.) Karst Geohazards. London: Routledge. pp. 463-468. https://doi.org/10.1201/9780203749708

Irianto, S., Solihin, Nasihin, Z. 2020. Identifikasi Bentang Alam Karst Untuk Penentuan Kawasan Konservasi Dan Budidaya Daerah Cibarani Dan Sekitarnya, Kecamatan Cirinteun, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Jurnal Teknik, 21(2), pp. 47-53

Ministry of Environment and Forestry, Republic of Indonesia. (2018). National Medium-Term Development Plan 2015-2019. Jakarta: Ministry of Environment and Forestry.

Okto, A., Meliawati, Hasria, Muliddin, Arisona, Suryawan & Sawaluddin 2023. Studi Geomorfologi Karst Pulau Muna, Provinsi Sulawesi Tenggara dan Potensinya Sebagai Geowisata. Jurnal Geosains dan Remote Sensing, 4(1), pp. 27-36. https://doi.org/10.23960/jgrs.2023.v4i1.105

Permana, R., & Nalendra, S. (2021). Geological modelling from field data and geological knowledge Part I. Modelling method coupling 3D potential-field interpolation and geological rules. Research Gate.

Prasetyo, L. B., & Suryantini, A. (2019). Sustainable Development of Karst Areas: A Case Study in Gunung Kidul Regency, Indonesia. Environmental Engineering and Management Journal.

Rachmadhan, H.D., Mugiyantoro, A., Janitra U, A., Maha, M., 2019. The trend of Foraminifera Benthic Assemblages for Comparing Paleo-environmental change: a Case study at Bulu and Wonosari Formation, Indonesia. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science 256, 012029. https://doi.org/10.1088/1755-1315/256/1/012029

Rachmadhan, H. D., & Djaya, J. H. M. 2023. Volcanic And Tectonic Interactions In Sangihe Island And Mount Awu: An Integrative Study In The Context Of Indonesian Geology. Journal Geological Processes, Risks, and Integrated Spatial Modeling, 1(2), 39-46.

Raharja, B., Setianto, A., and Titisari, A.D., 2020. Ekstraksi Informasi dari DEM untuk Pemetaan Struktur Geologi Studi Kasus di Daerah Kokap, Kulon Progo. Jurnal Geomine, 8 (2), pp. 80–95. https://doi.org/10.33536/jg.v8i2.483

SNI 1992. SNI 13-4691-1998 ICS 07.060. Penyusunan peta geologi. Jakarta, Badan Standardisasi Nasional.

Suri, M. & Susilo, B. K. 2020. Identifikasi Dolina Karst Formasi Kalipucang Melalui Analisis DEM, Daerah Ayah, Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah. Seminar Nasional Avoer XII, Palembang. Universitas Sriwijaya. pp. 218-224.

Suprianto, A., Prasetyono, D., Hardianto, A. S., Labib, M. A., Efendi, S., Hidayat, K., Triyono, J. A., & Ahmad, A. A. (2017). Identifikasi Hubungan Kelurusan Dan Lorong Gua Karst Di Kecamatan Sumbermanjing Wetan Kabupaten Malang. Prosiding Seminar Nasional Geotik. Surakarta. pp. 20-30.

Tim Sandi Stratigrafi Indonesia IAGI. (2023). Sandi Strat Sandi Stratigrafi in Indonesia 2023. IAGI Ikatan Ahli Geologi Indonesia.

Turner, S. J., Flindell, P. A., Hendri, D., Hardjana, I., Lauricella, P. F., Lindsay, R. P., Marpaung, B. & White, G. P. 1994. Sediment-hosted gold mineralisation in the Ratatotok district, North Sulawesi, Indonesia. Journal of Geochemical Exploration, 50(1-3), pp. 317-336. https://doi.org/10.1016/0375-6742(94)90029-9

Van Zuidam, R. A. (1985). Guide to Geomorphologic Aerial Photographys Interpretation and Mapping. Enschede, The Netherlands.

Unduhan

Diterbitkan

2024-12-09

Cara Mengutip

Rachmadhan, H., Masulili, F., Najoan, A., Janis, R., & Pesik, G. (2024). Pengembangan Berkelanjutan Kawasan Karst sebagai Kawasan Hutan Konservasi: Pendekatan Potensi Geologi di Daerah Ratatotok, Sulawesi Utara. OPHIOLITE: Jurnal Geologi Terapan, 6(2), 53–63. https://doi.org/10.56099/ophi.v6i2.p53-63

Terbitan

Bagian

Articles