Indikasi Intrusi Air Laut Berdasarkan Resistivitas 2D dan Kualitas Air Tanah di Penjaringan dan Tambora, Jakarta

Penulis

  • Muhammad Lutfi Hakim Program Studi Geofisika, Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, Indonesia https://orcid.org/0009-0009-7836-3999
  • Darwin Harahap Program Studi Geofisika, Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, Indonesia
  • Fatma Peera Program Studi Geofisika, Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, Indonesia
  • Mahmud Yusuf Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.56099/ophi.v8i2.p31-39

Kata Kunci:

resistivitas 2D, salinitas airtanah, intrusi air laut, akuifer dangkal, jakarta

Abstrak

Salinitas air tanah di pesisir Jakarta sulit diidentifikasi hanya berdasarkan resistivitas rendah karena endapan lempung jenuh juga menghasilkan respons konduktif. Penelitian ini bertujuan memetakan distribusi lateral dan vertikal zona resistivitas rendah serta mengevaluasi keterkaitannya dengan kualitas air tanah dan kondisi geologi di Penjaringan dan Tambora, Jakarta. Pengukuran resistivitas dua dimensi dilakukan pada dua lintasan menggunakan ARES II dengan konfigurasi Wenner–Schlumberger, spasi elektroda 5 m, dan panjang lintasan masing-masing 235 m dan 355 m. Data diinversi menggunakan RES2DINV dengan memasukkan koreksi topografi. Interpretasi didukung oleh pengukuran daya hantar listrik (DHL) dan total dissolved solids (TDS) pada empat sumur air tanah serta informasi geologi setempat. Lintasan Penjaringan didominasi resistivitas 0,5–2,0 Ωm hingga kedalaman sekitar 45 m, sedangkan lintasan Tambora menunjukkan resistivitas 0,5–4,5 Ωm hingga sekitar 70 m dengan beberapa anomali resistif lokal sebesar 15–100 Ωm. Nilai DHL berkisar 1,144–3,414 dS/m dan TDS 763–2.277,14 mg/L. Tiga sampel tergolong payau, sedangkan satu sampel tergolong tawar. Hasil integrasi menunjukkan bahwa salinitas air pori berkontribusi terhadap rendahnya resistivitas, tetapi kandungan lempung, lanau, dan tingkat kejenuhan juga berperan penting. Temuan ini mengindikasikan salinisasi yang konsisten dengan kemungkinan pengaruh intrusi air laut, tetapi belum dapat memastikan sumber, arah aliran, dan batas regional intrusi.

Referensi

Agus, R. N., Ferrina, Q., Yusuf, M., 2015, Analisis Potensi Intrusi Air Asin Menggunakan Metode Anomali Gravity Mikro Antar Waktu (Studi Kasus: DKI Jakarta), Proseding Seminar Nasional Fisika dan Aplikasinya, Jatinangor, pp. FB-02.

Ashillah, A. H., Zakianis, Z., Kusnoputranto, H., Fitratunnisa, E. P., Fauzia, S., Lestari, F., Shaw, R., Adiwibowo, A., 2025, Linking Urban Sustainability and Water Quality: Spatial Analysis of Topographic, Sociodemographic, and Flood-Related Factors Affecting Well Water in Jakarta (2017–2019), Sustainability. 17(8), pp. 3373. https://doi.org/10.3390/su17083373

Asseggaf, A., Hendarmawan, Hutasoit, L. M., Hutabarat, J., 2017, Salinitas Airtanah Akifer Tertekan Kedalaman 0–20 m Daerah Kalideres–Cengkareng, Jakarta Barat, Jurnal Riset Geologi dan Pertambangan. 27(1), pp. 15–25. http://doi.org/10.14203/risetgeotam2017.v27.458

Farhan, M., Rosid, M.S., 2020, Identification of subsurface fluid flow using the 2D geoelectric method in Marunda, North Jakarta, Journal of Physics: Conference Series. 1524, pp. 01210, http://doi.org/10.1088/1742-6596/1524/1/012010

Handika, R., Widodo, J., Pravitasari, A. E., 2024, Combined Land Subsidence Analysis in Jakarta Based on Ps-InSAR and MICMAC Methods, Jurnal Teknologi Lingkungan. 25(1), pp. 137-145. http://doi.org/10.55981/jtl.2024.1125

Indriatmoko, R., 2016, Analisis Terhadap Perubahan Salinitas Air Tanah Dangkal pada Sistem Akuifer Tak Tertekan Cekungan Jakarta. Jurnal Air Indonesia. 9(1), pp. 37-46. https://doi.org/10.29122/jai.v9i1.2474

Karunia, T. U., Ikhwali, M. F., 2021, Effects of population and land-use change on water balance in DKI Jakarta, IOP Conference Series: Earth and Environmental Science. 622, pp. 012045. http://doi.org/10.1088/1755-1315/622/1/012045

Kooy, M., Walter, C. T., dan Prabaharyaka, I., 2018, Inclusive development of urban water services in Jakarta: The role of groundwater, Habitat International. 73, pp. 109-118. http://doi.org/10.1016/j.habitatint.2016.10.006

Loke, M. H., 2021, Tutorial : 2-D and 3-D electrical imaging surveys Geotomo Software, Penang. URL https://www.geotomosoft.com/downloads.php (22 Juli 2026)

Rosid, M. S., Kusuma, F. B., Ayu, G. P., 2019, Identification of Saline Water and Fluid Flow in Tanjung Priok and Koja North Jakarta Using Geoelectric Method, Journal of Physics: Conference Series. 1351, pp. 012048. http://doi.org/10.1088/1742-6596/1351/1/012048

Setiawan, T., Yermia, E., Purnomo, B. J., dan Tirtomihardjo, H., 2017, Intrusi Air Laut Pada Sistem Akuifer Tertekan Cekungan Air Tanah Jakarta Berdasarkan Analisis Hidrokimia Dan Hidroisotop. Jurnal Riset Geologi dan Pertambangan. 27(1), pp. 1–14. http://doi.org/10.14203/risetgeotam2017.v27.430

Telford, W. M., Geldart, L. P., dan Sheriff, R. E., 1990, Applied Geophysics, 2nd ed. Cambridge University Press, Cambridge. http://doi.org/10.1017/CBO9781139167932

Turkandi, T., Sidarto, Agustiyanto, D. A., dan Purbo-Hadiwidjoyo, M. M., 1992, Peta Geologi Lembar Jakarta dan Kepulauan Seribu, Jawa, Skala 1:100.000, Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi, Bandung.

Wijaya, A. R., Kuntoro, A. A., dan Gondodinoto, E. A. S., 2019, Pemodelan Intrusi Air Asin pada Akuifer Pantai (Studi Kasus: DKI Jakarta), Jurnal Teknik Hidraulik. 10(1), pp. 15-28. http://doi.org/10.32679/jth.v10i1.583

Zohdy, A. A. R., Martin, P. M., dan Bisdorf, R. J., 1993, A Study of Seawater Intrusion Using Direct-Current Soundings in the Southeastern Part of the Oxnard Plain, California, U.S. Geological Survey Open-File Report 93-524. U.S. Geological Survey, Denver. http://doi.org/10.3133/ofr93524

Unduhan

Diterbitkan

2026-11-08

Cara Mengutip

Hakim, M. L., Harahap, D., Peera, F., & Yusuf, M. (2026). Indikasi Intrusi Air Laut Berdasarkan Resistivitas 2D dan Kualitas Air Tanah di Penjaringan dan Tambora, Jakarta. OPHIOLITE: Jurnal Geologi Terapan, 8(2), 31–39. https://doi.org/10.56099/ophi.v8i2.p31-39