Identifikasi Sebaran Lapisan Batugamping Dengan Metode Geolistrik Tahanan Jenis di Kecamatan Sawa, Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara

Penulis

  • Mochamad Mussoddaq Teknik Lingkungan, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta, Indonesia
  • Hariono La Pili Ekonomi Pembangunan, Universitas Sembilanbelas November Kolaka, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.56099/ophi.v7i2.p75-82

Kata Kunci:

batugamping, geolistrik tahanan jenis, Wenner-Schlumberger, pemodelan 2D, pemodelan 3D

Abstrak

Batugamping merupakan salah satu komoditas mineral non-logam strategis yang banyak dimanfaatkan dalam industri semen, baja, pupuk, dan konstruksi. Kabupaten Konawe Utara, khususnya di Kecamatan Sawa, memiliki potensi batugamping yang signifikan, namun informasi mengenai distribusi bawah permukaan masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sebaran batugamping dengan metode geolistrik tahanan jenis 2D menggunakan konfigurasi Wenner–Schlumberger. Pengukuran dilakukan pada empat lintasan dengan panjang 290 meter dan spasi elektroda 10 meter, sehingga mampu menginvestigasi kedalaman hingga ±57 meter. Data hasil pengukuran diolah menggunakan perangkat lunak Res2Dinv untuk menghasilkan penampang tahanan jenis 2D, kemudian diintegrasikan ke dalam model 3D guna memperkirakan potensi sumber daya. Hasil interpretasi menunjukkan bahwa lapisan bawah permukaan dapat dibagi menjadi tiga zona utama, yaitu lapisan batupasir dengan tahanan jenis rendah (8–33 Ωm), lapisan batulempung dengan tahanan jenis menengah (64–344 Ωm), serta lapisan batugamping kompak dengan tahanan jenis tinggi (474–14.772 Ωm). Model 3D memperlihatkan distribusi batugamping yang luas dan berkesinambungan, dengan estimasi volume mencapai 11.845.136 m³ pada luasan 207.790 m². Temuan ini menunjukkan bahwa metode geolistrik tahanan jenis efektif digunakan untuk eksplorasi batugamping, sekaligus memberikan data awal yang akurat untuk perencanaan pengelolaan sumber daya mineral secara berkelanjutan.

Referensi

Dahlin, T., & Zhou, B. (2004). A numerical comparison of 2D resistivity imaging with ten electrode arrays. Geophysical Prospecting, 52(5), pp. 379–398. https://doi.org/10.1111/j.1365-2478.2004.00423.x

Hasria, H., Dwiyanti, P., Azzaman, M., Okto, A., & Septiana, S. (2024). Pemanfaatan Batugamping pada Formasi Matano di Kecamatan Wiwirano Kabupaten Konawe Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara. Jurnal Geosains dan Teknologi. 7(2), pp. 83–93. https://doi.org/10.14710/jgt.7.2.2024.83-93

Jahidin, J., Rubaiyn, A. & Andrian, A. 2025. Estimasi Cadangan Batugamping Berdasarkan Data Resisitivitas Pada Area PT Graha Batu Perdana Kabupaten Morowali. Jurnal Rekayasa Geofisika Indonesia, 7(1), pp. 57-65. https://doi.org/10.56099/jrgi.v7i01.46

Loke, M. H. (2004). Tutorial: 2-D and 3-D Electrical Imaging Surveys. Penang, Geotomo Software.

Loke, M. H., Chambers, J. E., Rucker, D. F., Kuras, O., & Wilkinson, P. B. (2013). Recent developments in the direct-current geoelectrical imaging method. Journal of Applied Geophysics. 95, pp. 135–156. https://doi.org/10.1016/j.jappgeo.2013.02.017

Martadiastuti, V., Pratiwi, B., & Ali, R. K. (2022). Estimasi Cadangan Batugamping sebagai Bahan Baku Utama Semen pada Kuari Batugamping, PT Semen Indonesia (Persero), Tbk., Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah. Jurnal Geosains dan Teknologi. 5(1), pp. 53–60. https://doi.org/10.14710/jgt.5.1.2022.53-60

Octova, A., Hashim, M. H. M., Simatupang, T. S., Febriandika, H., Gusman, M. & Yulhendra, D. 2025. Integrated passive seismic and geoelectrical resistivity methods for cavity identification in limestone quarry. Journal of Applied Geophysics. 241, pp. 105836. https://doi.org/10.1016/j.jappgeo.2025.105836

Puspitasari, N. D., Massinai, M. F. I., Hasan, A., Rahayu, D., & Nurdin, N. H. (2019). Subsurface prediction using resistivity method (Case Study: Bira, South Sulawesi, Indonesia). Journal of Physics: Conference Series. 1341(8), pp. 082028. https://doi.org/10.1088/1742-6596/1341/8/082028

Rahmaniah, A., Wahyuni, A., Massinai, M. F. I., Mun’im, A., & Massinai, M. A. (2021). Resistivity Method for Characterising Subsurface Layers of Coastal Areas of South Sulawesi, Indonesia. Journal of Geoscience, Engineering, Environment, and Technology (JGEET). 6(4), pp. 217–225. https://doi.org/10.25299/jgeet.2021.6.4.6242

Reynolds, J. M. (2011). An Introduction to Applied and Environmental Geophysics (2nd ed.). Chichester, Wiley-Blackwell.

Rusmana, E., Sukido, Sukarna, D., Haryono, E., & Simandjuntak, T. O. (1993). Peta Geologi Lembar Lasusua–Kendari, Sulawesi, skala 1:250.000. Bandung, Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi.

Siregar, Y., Anjani, P., Pebrisa, G., & Deliana, A. (2023). Potensi Sumberdaya Batugamping sebagai Bahan Baku Semen di Kecamatan Junjung Sirih. JGE (Jurnal Geofisika Eksplorasi). 9(2), pp. 101–110. https://doi.org/10.23960/jge.v9i2.257

Surono 2013. Geologi Lengan Tenggara Sulawesi (2 ed.). Bandung, Badan Geologi.

Suryadi, A., Pratama, D. T., Kausarian, H. & Batara, B. 2023. Aplikasi Electical Resistivity Imaging (ERI) untuk investigasi Airtanah: Studi Kasus di Halaman Gedung Rektorat Universitas Islam Riau. OPHIOLITE : Jurnal Geologi Terapan, 5(2), pp. 70-77. https://doi.org/10.56099/ophi.v5i2.p70-77

Ward, S. H. (Ed.). (1990). Geotechnical and Environmental Geophysics. Volume 5, Investigations in Geophysics. Tulsa, Oklahoma, Society of Exploration Geophysicists.

Unduhan

Diterbitkan

2025-09-22

Cara Mengutip

Mussoddaq, M., & La Pili, H. (2025). Identifikasi Sebaran Lapisan Batugamping Dengan Metode Geolistrik Tahanan Jenis di Kecamatan Sawa, Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara. OPHIOLITE: Jurnal Geologi Terapan, 7(2), 75–82. https://doi.org/10.56099/ophi.v7i2.p75-82

Terbitan

Bagian

Articles